Pasuruan, 15 Juli 2025 — Peletakan batu pertama pembangunan Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Al-Yasini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin), didampingi oleh Ketua Majelis Pengasuh PPT Al-Yasini, KH. Mujib Imron, SH, MH., selaku tuan rumah, serta turut dihadiri oleh Prof. Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. (Gus Halim), bersama jajaran tokoh Nasional. Pasuruan, Selasa (15/7).
Acara ini menandai dimulainya pelaksanaan 1.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus pesantren, sebagai bagian dari perluasan program MBG Nasional yang ditargetkan menyasar para santri sebagai penerima manfaat. Program ini masuk dalam skema percepatan pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Prabowo Subianto Nomor 8 Tahun 2025.

“Dengan hadirnya SPPG di lingkungan pesantren, kita melibatkan semua pihak untuk menciptakan peluang makanan bergizi, sekaligus menumbuhkan bisnis dan menggerakkan ekosistem ekonomi,” tegas Gus Muhaimin dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga kekuatan ekonomi berbasis masyarakat. “Banyak sejarah membuktikan bahwa pesantren adalah motor ekonomi rakyat. Maka nilai kemandirian pesantren harus terus kita bangun, berpartisipasi aktif menguatkan ekonomi lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Muhaimin menekankan pentingnya koperasi-koperasi pesantren sebagai tulang punggung dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis santri dan masyarakat sekitar.
Pembangunan dapur sehat ini menjadi langkah awal dalam realisasi target nasional 7.000 SPPG yang ditargetkan beroperasi hingga Agustus 2025. Untuk pesantren, sebanyak 1.000 SPPG diharapkan mulai beroperasi paling lambat awal Agustus mendatang. Program MBG dan SPPG ini merupakan upaya konkret dalam menghadirkan akses makanan sehat dan bergizi yang merata bagi para santri di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat pesantren sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontributor:Ida Hidayati
Editor: Ning Salwa Maziyatun Najah, M.Ed