Pasuruan, 26 Juli 2025 – Dalam rangka membekali santri baru dengan kesiapan mental dan spiritual di awal masa mukim, Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Al-Yasini menyelenggarakan Pembinaan Psikologi khusus bagi seluruh santri putri tingkat SLTP. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at malam, 25 Juli 2025, bertempat di Aula 5, dan dimulai pukul 20.00 WIB.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Ibu Yuliani, S.Psi, salah satu pakar psikologi di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Dalam penyampaian materinya, beliau mengangkat topik penting seputar cara mensugesti diri sendiri secara positif untuk membentuk pola pikir yang sehat dan adaptif selama menjalani kehidupan di pesantren.
“Setiap individu memiliki kekuatan dalam dirinya untuk membentuk realitas batinnya. Sugesti yang baik adalah awal dari ketenangan, keyakinan, dan keberanian dalam menghadapi dinamika kehidupan di pesantren,” ujar Ibu Yuliani dalam sesi utama pembinaan tersebut.
Kegiatan ini menjadi sangat relevan dan bermanfaat, terutama bagi santri baru yang tengah beradaptasi dengan lingkungan baru, ritme kehidupan pesantren, dan berbagai tanggung jawab spiritual maupun akademik. Dengan pendekatan psikologis yang komunikatif dan membumi, santri mendapatkan bekal awal yang mendorong mereka menjadi pribadi yang tangguh secara mental dan emosional.

Salah satu santri baru, Zahra Nur Azizah, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan ini:
“Saya jadi tahu bahwa cara kita bicara pada diri sendiri itu penting. Kalau kita yakin bisa, maka rasa takut atau rindu rumah bisa pelan-pelan berkurang. Pembinaan ini bikin saya lebih tenang dan semangat mondok,” tuturnya dengan senyum hangat.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab santai, di mana para santri diberi kesempatan menyampaikan keresahan dan harapan mereka. Respon yang bijak dan menenangkan dari narasumber menjadikan suasana malam itu terasa penuh dukungan dan kasih sayang.
Dengan diadakannya kegiatan ini, Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini berharap para santri tidak hanya kuat dalam ilmu dan amal, tetapi juga memiliki keseimbangan emosional, ketenangan batin, dan kecerdasan sosial yang menjadi pondasi penting dalam meniti kehidupan sebagai santri dan sebagai insan dewasa kelak di tengah masyarakat.
Kontributor: Firman Gilang Kurniawan
Editor: Ning Salwa Maziyatun Najah