PASURUAN, 17 Maret 2025 –Pada bulan Ramadhan ada 2 malam istimewa yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat muslim, yaitu Malam Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar. Banyak umat muslim yang tidak mengetahui perbedaan dari dua malam ini. Kedua malam ini sama-sama memiliki hubungan dengan turunnya kitab suci umat muslim yaitu Al-Qur’an.
Nuzulul Qur’an dikenal sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an yaitu pada tanggal 17 Ramadhan. Namun, Al-Qur’an sendiri disebutkan turun pada Malam Lailatul Qadar, malam yang berada disalah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan, mengapa umat muslim memperingati Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan, padahal Al-Qur’an turun pada Malam Lailatul Qadar?
Turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan telah dijelaskan pada potongan kalimat di surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
Pada penafsirannya menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Maksudnya, permulaan wahyu kepada Nabi Muhammad terjadi pada bulan ini, tepatnya di Lailatul Qadar (Tafsir Jalalain juz 1 ayat 26-27), malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pendapat dikalangan para ulama, Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.
Pakar tafsir berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan dalam dua kali proses. Pertama, diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah secara keseluruhan. Lalu Malaikat Jibril menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad di bumi secara berangsur-angsur serta ayat demi ayat, dalam kurun waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun (pendapat lain ada yang mengatakan dua puluh satu tahun). Seperti yang dijelaskan dalam Hadits berikut:
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أُنْزِلَ الْقُرْآنَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى الْكَتَبَةِ فِي سَمَاءِ الدنيا، ثم نزل بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ نُجُومًا- يَعْنِي الْآيَةَ وَالْآيَتَيْنِ- فِي أَوْقَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ فِي إِحْدَى وَعِشْرِينَ سَنَةً
“Sahabat Ibnu Abbas berkata, Al-Quran diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.” (Tafsir Ibnu Katsir juz 8 halaman 425).
Al-Qur’an diturunkan secara bertahap mulai dari Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali yang berupa surah al-‘Alaq (ayat satu sampai lima) tepat pada tanggal 17 Ramadhan. Saat itu Nabi berusia 40 tahun, ketika beliau berkontemplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Makkah. Allah memberi utusan Nabi untuk alam semesta, mengeluarkan manusia dari sesatnya kebodohan untuk menjadi manusia yang memiliki pengetahuan/ilmu (‘alim). Berikut wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah saw:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz secara menyeluruh kepada malaikat pencatat wahyu ke Baitul Izza. Sedangkan Nuzulul Qur’an adalah malam peringatan turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah yaitu turunnya Al-Qur’an dari Baitul Izza lalu Malaikat Jibril membawakannya kepada Nabi Muhammad di muka bumi (17 Ramadhan).
Jadi dapat disimpulkan Nuzulul Al-Qur’an yang kerap diperingati pada 17 Ramadhan secara umum berpedoman pada sejarah pertama kali Al-Qur’an diturunkan dalam proses yang kedua yakni dikumpulkan dari Baitul Izzah lalu kepada Nabi Muhammad di muka bumi.

Peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan mengajarkan kita tentang pentingnya memahami sejarah turunnya Al-Qur’an, baik sebagai wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw, maupun sebagai kitab petunjuk bagi umat manusia. Meskipun Al-Quran diyakini turun pada malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadhan, peringatan ini menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi:
Tafsir Ibnu Katsir juz 8 halaman 425 Cetakan Darul Kutub Al-Ilmiyah
Tafsir Jalalain juz 1 ayat 26-27 Cetakan Nurul Ilmi
Penulis: Ida Hidayati
Editor: M. Mu’tamid Ihsanillah, Lc., M.A.