Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
08 June 2026
Pasuruan, 08 Juni 2026– Kepulangan Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana dari Tanah Suci Makkah menjadi kabar yang membahagiakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Selama kurang lebih 20 hari, sejak 18 Mei hingga 8 Juni 2026, beliau menunaikan ibadah haji sekaligus mengemban amanah besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia.
Selain sebagai Majelis Pengasuh PPT Al-Yasini, Bunyai Ilfi juga menjabat sebagai Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, beliau turut mendampingi dan memimpin jamaah haji Indonesia bersama jajaran Amirul Hajj. Salah satu tokoh yang tergabung dalam rombongan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memuliakan bulan Dzulhijjah sekaligus memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia. Dalam mengemban amanahnya, beliau memiliki peran yang sangat besar, diantaranya;
Menggaungkan Budaya Haji Ramah Lingkungan
Sebagai Sekretaris Amirul Hajj, Bunyai Ilfi memberikan perhatian besar terhadap isu keberlanjutan lingkungan selama pelaksanaan ibadah haji. Salah satu gagasan yang beliau sampaikan adalah pentingnya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai yang berpotensi menimbulkan penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan.
Beliau mendorong penggunaan tumbler sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, Bunyai Ilfi juga mengusulkan kepada Pemerintah Arab Saudi untuk menambah ketersediaan kran air minum di berbagai titik layanan jamaah. Menurut beliau, langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah.
Gagasan ini menunjukkan bahwa ibadah haji tidak hanya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, tetapi juga momentum menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Mendorong Terwujudnya Haji yang Berkelanjutan
Dalam menjalankan tugasnya, Bunyai Ilfi senantiasa memantau berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan bagi jamaah haji. Beliau aktif menerima masukan dari para jamaah dan segera menindaklanjutinya sebagai bahan evaluasi untuk membangun ekosistem penyelenggaraan haji yang lebih baik dan berintegritas.
Beliau berharap Pemerintah Arab Saudi dapat semakin responsif terhadap kebutuhan jamaah, khususnya dalam penyediaan fasilitas yang ramah bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Salah satu perhatian utama beliau adalah ketersediaan toilet umum yang memadai, mengingat kebutuhan jamaah perempuan yang relatif lebih tinggi.
Perhatian dan kepedulian tersebut menjadi bukti nyata komitmen beliau dalam mewujudkan tata kelola pelayanan haji yang humanis dan inklusif.
Rendah Hati dalam Menjalankan Amanah
Di tengah tanggung jawab besar yang diemban, Bunyai Ilfi tetap menunjukkan sikap rendah hati dan penuh kehangatan. Beliau tidak segan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jamaah serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.
Setiap tenda yang beliau kunjungi dan setiap jamaah lansia yang beliau temui selalu mendapatkan perhatian khusus. Bagi beliau, semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Jabatan dan kedudukan bukanlah alasan untuk merasa lebih tinggi dari yang lain.
Sikap sederhana dan penuh empati tersebut menjadi teladan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada umat.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan Jamaah Haji
Dalam agenda Exit Meeting Amirul Hajj bersama Kantor Urusan Haji dan KJRI Jeddah, salah satu isu utama yang dibahas adalah kepastian penyediaan layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.
Bunyai Ilfi melakukan evaluasi langsung terhadap layanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), mulai dari kualitas fasilitas, sistem pelayanan, hingga kinerja tenaga kesehatan. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan jamaah memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan efektif, terutama bagi jamaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
Menurut beliau, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan memerlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Indonesia dan otoritas kesehatan Arab Saudi agar kebutuhan jamaah dapat terpenuhi secara optimal.
Haji dan Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan
Bagi Bunyai Ilfi, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari sempurnanya pelaksanaan rukun dan wajib haji, tetapi juga dari perubahan karakter yang terbentuk setelahnya.
Salah satu nilai penting yang harus dibawa pulang oleh jamaah adalah kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan. Menjaga kebersihan merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai keimanan yang diajarkan dalam Islam. Sebagaimana hadis yang populer di tengah masyarakat:
النظافة من الإيمان
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Karena itu, tumbuhnya iman melalui ibadah haji hendaknya berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ketika lingkungan terjaga, kesehatan manusia pun akan ikut terpelihara.
Pesan Optimisme Bunyai Ilfi untuk Para Santri Al-Yasini
Setibanya di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini setelah menunaikan ibadah haji dan menjalankan amanah sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia, Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para santri.
Di hadapan para santri, beliau mengajak untuk senantiasa memiliki cita-cita yang tinggi dan tidak mudah merasa bahwa suatu impian mustahil untuk diwujudkan. Menurut beliau, Allah SWT memiliki kuasa atas segala sesuatu. Rezeki dan jalan menuju kebaikan dapat datang dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya, sebagaimana firman Allah SWT:
مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Bunyai Ilfi menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Oleh karena itu, para santri harus terus belajar dengan sungguh-sungguh, memperbanyak doa, serta menanamkan keyakinan dan tawakal kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Beliau juga berpesan agar para santri tidak pernah berhenti bermimpi dan berikhtiar. Siapa pun berkesempatan meraih cita-cita besar, termasuk mendapatkan kesempatan untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Yang terpenting adalah terus mempersiapkan diri, menjaga semangat belajar, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa optimisme, doa, usaha, dan tawakal merupakan kunci dalam meraih keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.
Penulis: Nuriyah Maidatul
Editor: Ihsan Az-zen
Berita Al-Yasini
Upaya mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah santri terus dilakukan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya melalui Pelatihan Musyrif-Musyrifah se-Pasuruan yang diselenggarakan di MTs Al-Yasini Pasuruan sebagai bagian dari rangkaian Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU).
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah pelaksanaan Halaqah Pengasuh Pesantren yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini lantai 2 dan dihadiri oleh para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah peluncuran Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren PBNU, Selasa (2/6/2026). Mengusung tema “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program yang bertujuan mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.