Jombang, 23 Februari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi santri, Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini mengadakan studi banding ke Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan memperkuat sistem pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren.
Rombongan dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, yang terdiri dari Gus H. Ali Wafi Lc., Ning dr. Kholidatul Husna, Sp.PD, Gus Burhanul Amal Cholis, Ning dr. Risqon Nafi’ah, dr. Ahmad Khoiron Nasirin, Ust. H. Jainudin, M.Pd, pengurus pesantren, pengurus yayasan, tenaga kesehatan, dan perwakilan santri, disambut dengan hangat oleh pengelola Puskestren Tebuireng. Dalam kesempatan ini, mereka mendapatkan pemaparan mendalam mengenai sistem layanan kesehatan yang telah diterapkan di Tebuireng, termasuk prosedur penanganan kesehatan santri, manajemen obat-obatan, serta program pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.
Koordinator Bidang Kesehatan dari Al-Yasini, Ust. Ahmad Yusuf An-Nabhani, menegaskan bahwa studi banding ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan layanan kesehatan pesantren agar lebih optimal. “Kami ingin memastikan para santri mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas, sehingga mereka dapat menuntut ilmu dengan nyaman dan tetap sehat. Dengan mempelajari sistem yang diterapkan di Pondok Pesantren Tebuireng, kami berharap dapat mengadaptasi dan mengembangkan program serupa di Al-Yasini,” ujarnya.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dalam studi banding ini adalah pengelolaan tenaga medis serta fasilitas kesehatan yang memadai untuk menunjang kebutuhan para santri. Puskestrsen Tebuireng dikenal memiliki sistem layanan kesehatan yang terstruktur dengan baik, termasuk tenaga medis profesional serta dukungan fasilitas yang memadai.

Pembina Puskestren Tebuireng, Ibu Nyai Hj. Aisyah Mohammad, menyambut baik kunjungan ini dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. “Kami senang bisa berbagi pengalaman mengenai pengelolaan layanan kesehatan santri. Semoga ke depan semakin banyak pesantren yang memiliki sistem kesehatan yang optimal demi kesejahteraan para santri,” tuturnya.
Dengan adanya studi banding ini, diharapkan Puskestren Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini dapat mengimplementasikan dan mengembangkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan memegang prinsip “Santri Sehat, Santri Merasa Nyaman Dalam Belajar”, sehingga dapat menunjang kesehatan dan kesejahteraan keluarga besar pesantren.
Penulis: Firman Gilang Kurniawan