Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
30 August 2026
Pasuruan, 30 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok
Pesantren Terpadu Al-Yasini. Melalui karya film pendek berjudul “Rumah Kedua”, santri
Al-Yasini berhasil meraih penghargaan kategori Best Film Terfavorit dalam Festival Film
Santri Nasional yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pesantren Pesantren Fest 2026
yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(RMI PBNU) di Jombang, Jawa Timur.
Pesantren Pesantren Fest 2026 merupakan rangkaian acara besar yang berlangsung pada
7–31 Agustus 2026. Festival ini menjadi ruang bagi pesantren untuk belajar, berbagi,
berkreasi, sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang
berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam rangkaian tersebut, Festival Film Santri Nasional menjadi salah satu wadah bagi para
santri untuk menuangkan kreativitas dan menyampaikan pesan-pesan kehidupan pesantren
melalui karya sinematografi.
Pesantren Al-Yasini turut ambil bagian dengan mengirimkan
film pendek berjudul “Rumah Kedua” dengan durasi sekitar enam menit.
Film “Rumah Kedua” mengangkat kisah seorang santri baru yang masih mengalami
kebingungan setelah memasuki kehidupan pesantren. Dalam benaknya muncul berbagai
pertanyaan, “Apa tujuanku mondok? Mau ngapain aku di sini?” Pertanyaan tersebut
menggambarkan kegelisahan yang mungkin dirasakan oleh sebagian santri ketika harus
beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan baru di pesantren.
Seiring berjalannya cerita, titik balik mulai muncul ketika sang santri mendengarkan
pengajian dari seorang ustadz. Nasihat tersebut perlahan mengubah cara pandangnya
terhadap pesantren. Ia mulai menerima statusnya sebagai santri, membuka diri terhadap
lingkungan baru, serta menemukan berbagai pengalaman dan pelajaran berharga selama
berada di pesantren.
Pesan yang ingin disampaikan melalui film tersebut adalah bahwa pesantren bukanlah
tempat untuk menjauhkan seorang anak dari rumah. Justru, pesantren dapat menjadi
tempat untuk menemukan rumah dalam bentuk yang baru. Dari situlah lahir makna “Rumah
Kedua”, bahwa ketika seorang santri meninggalkan rumah untuk sementara waktu, ia tidak
benar-benar kehilangan rumah, melainkan menemukan keluarga, sahabat, guru, dan
lingkungan yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Setelah melalui sejumlah tahapan perlombaan hingga babak final, tim film Al-Yasini
mengikuti tahap final dan presentasi pada 29 Agustus 2026. Berkat kerja keras dan
kreativitas yang dituangkan dalam film tersebut, “Rumah Kedua” berhasil meraih
penghargaan sebagai Best Film Terfavorit.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Al-Yasini sekaligus
menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik dan
keagamaan, tetapi juga mampu berkarya melalui media kreatif dan perfilman. Melalui film “Rumah Kedua”, santri Al-Yasini tidak hanya menghadirkan sebuah karya
audiovisual, tetapi juga menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: terkadang,
perjalanan meninggalkan rumah justru menjadi perjalanan untuk menemukan rumah yang
lain.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri Al-Yasini untuk terus
berkarya, berani mengeksplorasi potensi, serta menjadikan kreativitas sebagai sarana
menyampaikan nilai-nilai positif dari kehidupan pesantren kepada masyarakat luas.
Penulis: Ida Hidayati
Berita Al-Yasini
Berita Al-Yasini
Berita Al-Yasini
Pasuruan, 1 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Al-Yasini Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (31 Juli–1 Agustus 2026), ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).