Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
05 August 2026
Pasuruan, 5 Agustus 2026 – Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini kembali menerima kunjungan kehormatan dari Direktur Kantor Yayasan Risalatus Salam Internasional di Indonesia, Dr. Tamir Al-Ghazawi. Dalam kunjungan tersebut, beliau tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyerahkan beasiswa dari Pembina Umum Yayasan Risalatus Salam Yang mulia Syekh Ali Asyurafa Al Hammadi dari Uni Emirat Arab kepada 50 santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Perkantoran Pondok Putra Lantai 2 ini dihadiri oleh jajaran Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini, perwakilan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, para kepala lembaga formal dan nonformal di lingkungan yayasan, para penerima beasiswa, serta santri tingkat SLTA dari Asrama Bahasa.
Pemberian beasiswa tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan perdana delegasi Yayasan Risalatus Salam ke Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini pada 28 April 2026. Saat itu, Dr. Tamir bersama tujuh delegasi lainnya menyaksikan secara langsung berbagai program unggulan pesantren, khususnya pembinaan Al-Qur'an dan bahasa Arab. Kekaguman terhadap kualitas pendidikan dan potensi para santri mendorong Yayasan Risalatus Salam untuk memberikan beasiswa kepada 50 santri terpilih, yang terdiri atas 20 santriwan dan 30 santriwati. Para penerima berasal dari kalangan penghafal Al-Qur'an, pengurus Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ), serta pengurus Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA).
Pengelola Beasiswa sekaligus Panitia Penyambutan, Gus Amik, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara khusus dan matang sebagai bentuk penghormatan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini kepada para tamu kehormatan.
“Ini adalah acara yang kami persiapkan secara spesial. Al-Yasini memiliki tradisi memuliakan tamu, sehingga kami ingin memberikan penyambutan terbaik melalui berbagai penampilan santri yang mencerminkan kualitas pendidikan di pesantren,” ujar Gus Amik.
Dalam penyambutan tersebut, para tamu disuguhkan beragam penampilan unggulan santri, mulai dari drumband, khat kaligrafi, nasyid, qira’atul kutub berbahasa Inggris, taqdimul qishah, hingga tilawah Al-Qur’an khas santri Al-Yasini. Seluruh penampilan dirancang untuk memberikan kesan yang mendalam sekaligus memperlihatkan kompetensi santri dalam bidang Al-Qur’an, bahasa, dan seni Islami.
Di sisi lain, proses penyaluran beasiswa juga dilaksanakan secara profesional dan sistematis melalui kerja sama dengan LKS Al-Yasini. Melalui mekanisme tersebut, setiap penerima beasiswa langsung memperoleh buku tabungan atas namanya masing-masing, sehingga penyaluran dana menjadi lebih tertib, transparan, aman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pendidikan para santri.
Mewakili Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Gus Arif Wafani, Lc., menyampaikan rasa syukur dan penghormatan atas kunjungan delegasi Yayasan Risalatus Salam.
“Ahlan wa sahlan bihudurikum, Dr. Tamir Al-Ghazawi. Kami menyampaikan rasa syukur dan penghormatan setinggi-tingginya atas kunjungan delegasi Yayasan Internasional Risalatus Salam ke Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Kunjungan ini merupakan kehormatan besar bagi keluarga besar Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini. Penyerahan beasiswa kepada 50 santri pengkaji Al-Qur'an dan bahasa Arab bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bertemunya dua lembaga pendidikan Islam yang memiliki visi yang sama, yaitu melahirkan generasi Islam yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi ini terus berkembang demi kemajuan pendidikan Islam di masa mendatang."
Dalam sambutannya, Dr. Tamir Al-Ghazawi mengungkapkan kesan mendalam terhadap Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini sejak kunjungan pertamanya.
“Sejak pertama kali datang ke sini, saya merasa Al-Yasini adalah sebuah keluarga. Al-Yasini telah mengambil tempat di hati saya. Saya sangat mengagumi berbagai talenta yang dimiliki para santri. Tempat ini adalah tempat yang sangat baik untuk menuntut ilmu dan melahirkan الْجِيلُ الْمُبَارَكُ (generasi yang diberkahi).”
Beliau juga menyampaikan pandangannya mengenai rahasia keberkahan (سِرُّ الْبَرَكَةِ) yang dimiliki Al-Yasini.
“Ada yang disebut سِرُّ الْبَرَكَةِ (rahasia keberkahan). Salah satu rahasia keberkahan di pesantren ini adalah keberadaan Ummi Ma'had, Bunyai Zakiyah Imron binti Abdul Rais. Beliau merupakan السِّرُّ الْمَوْجُودُ فِي هٰذَا الْمَعْهَدِ (rahasia keberkahan yang ada di pesantren ini). Saya meyakini bahwa nasab dan keturunan beliau adalah keturunan yang diberkahi. Orang-orang yang belajar di sini dan mendekat kepada keberkahan beliau, insyaallah juga akan memperoleh keberkahan. K.H. Abdul Mujib Imron dan Prof. Dr. H. Ilfi Nurdiana merupakan bagian dari keturunan yang diberkahi, salah satunya melalui keberkahan Al-Qur'anul Karim.”
Sebagai simbol kerjasama dan persahabatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa secara simbolis dari Yayasan Risalatus Salam kepada Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata hasil karya santri Al-Yasini, serta foto bersama para penerima beasiswa dan tamu undangan.
Melalui kerja sama ini, Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini berharap dapat terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan pesantren. Kehadiran delegasi Yayasan Risalatus Salam diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat mempelajari bahasa Arab, memperdalam Al-Qur'an, serta membuka peluang yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi luar negeri melalui jaringan kerja sama internasional yang dimiliki Al-Yasini.
Penulis: Ida Hidayati
Editor: Ihsan Az-zen
Berita Al-Yasini
Berita Al-Yasini
Pasuruan, 1 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Al-Yasini Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (31 Juli–1 Agustus 2026), ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Berita Al-Yasini
Pasuruan – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini bersama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup rangkaian kegiatan Workshop dan Camp Bahasa Asing pada Sabtu (25/7/2026). Acara penutupan yang berlangsung di Gedung Perkantoran Lantai 2 Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini ini berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.