Kembali ke Berita
Berita Al-Yasini 17 July 2026

LPBA Al-Yasini Gandeng Fakultas Tarbiyah UIN Malang Untuk Memperkuat Bahasa Asing di Lingkungan Pesantren

LPBA Al-Yasini Gandeng Fakultas Tarbiyah UIN Malang Untuk Memperkuat Bahasa Asing di Lingkungan Pesantren

Penulis

Ida Hidayati

Tanggal

17 July 2026

Pasuruan – Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa asing melalui penyelenggaraan Workshop dan Camp Bahasa Asing bertema "Pesantren Berbahasa, Santri Mendunia: Menguasai Bahasa Asing, Menuju Santri Unggul dan Berdaya Saing." Kegiatan ini merupakan Official Collaboration antara Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Al-Yasini dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang resmi dibuka pada Jumat (18/7/2026) di Auditorium SMA Excellent Al-Yasini.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Marno, M.Ag. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. selaku Dekan FITK UIN Malang, Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Muh. Faruq, M.Pd.I. selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab sekaligus narasumber workshop, Nuril Nuzulia, M.Pd., Ulfi Andrian Sari, M.Pd., Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini KH. Abdul Mujib Imron, S.H., M.H., seluruh Gawagis dan Nawaning, Ketua Yayasan Ust. H. Jainuddin, M.Pd., Ketua Pondok Putra Ust. Mohammad Afandi, S.H., M.E., Ketua Pondok Putri Ustazah Marhumah, M.Pd., mahasiswa FITK UIN Malang yang akan menjadi tutor selama program Camp Bahasa, serta 21 tutor/mudarris putra dan 30 tutor/mudarrisah putri LPBA Al-Yasini.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua LPBA Al-Yasini, Luky Fendi Yulianto, yang menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing di lingkungan pesantren.

 

"Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar, kerja sama adalah jembatan menuju kemajuan. Kolaborasi LPBA Al-Yasini dengan FITK UIN Malang diharapkan menjadi jembatan untuk mengembangkan kompetensi bahasa asing di lingkungan pesantren. Selama satu minggu kedepan akan dilaksanakan workshop dan Camp Bahasa Asing yang diikuti oleh para tutor bahasa Arab dan bahasa Inggris LPBA Al-Yasini," ujarnya.

 

Direktur LPBA Al-Yasini, Ning Elma Qotrunnada Hanin, Lc., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi angin segar bagi pengembangan program bahasa asing di Al-Yasini.

 

"Bahasa asing merupakan salah satu program unggulan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini yang berjalan berdampingan dengan program tahfidz dan kajian kitab kuning. Kami ingin para santri tidak hanya mahir berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga menguasai kompetensi berbasis teknologi seperti TOEFL dan TOAFL. LPBA hadir bukan sekadar mengajarkan bahasa, tetapi menjadi jembatan bagi santri untuk mewujudkan cita-citanya hingga ke tingkat dunia," tuturnya.

 

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan cinderamata secara simbolis dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini kepada FITK UIN Malang, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan bahasa asing melalui kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi.

 

Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, KH. Abdul Mujib Imron, S.H., M.H., dalam sambutannya mengajak seluruh tutor dan penggerak bahasa untuk menghidupkan kembali semangat pengembangan bahasa asing di Al-Yasini yang beberapa tahun terakhir mulai mengalami penurunan.

 

"Al-Yasini harus terus bangkit. Dulu Al-Yasini dikenal memiliki prestasi bahasa Inggris yang luar biasa dan banyak melahirkan tutor bahasa. Kini saatnya kita menghidupkan kembali semangat itu. Sesuai tema 'Santri Mendunia', saya berharap santri tidak hanya mampu belajar hingga ke luar negeri, tetapi juga mampu menjadi tokoh yang berkiprah di tingkat internasional, bahkan menjadi duta bangsa maupun menteri luar negeri," dawuh beliau.

 

Beliau juga menegaskan bahwa kemampuan berbahasa merupakan bagian dari ajaran Islam. Allah memerintahkan umat-Nya untuk mampu menyampaikan dan menjelaskan kebenaran kepada orang lain. Karena itu, kemampuan berbahasa Arab maupun bahasa asing perlu terus ditingkatkan agar santri mampu berdakwah dan berkontribusi di tingkat global.

 

Sementara itu, Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I. mewakili FITK UIN Malang menyampaikan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pesantren merupakan bentuk pengabdian yang selama ini terus dikembangkan. Menurutnya, santri telah memiliki bekal ilmu agama dan akhlak yang kuat sehingga penguasaan bahasa asing akan menjadi instrumen penting untuk memperluas kiprah mereka di tingkat nasional maupun internasional.

 

Hal senada disampaikan oleh Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Menurutnya, kejayaan peradaban Islam dahulu lahir dari para ilmuwan muslim yang mampu menguasai ilmu pengetahuan sekaligus bahasa.

 

"Di era saat ini, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan intelektual. Salah satu tantangan terbesar bangsa kita adalah kemampuan berkomunikasi. Padahal setiap manusia lahir dengan potensi berbahasa. Karena itu, belajar bahasa bukan lagi sekadar kebutuhan komunikasi, tetapi kebutuhan utama untuk membangun masa depan," jelasnya.

 

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penguatan Mudarris dan Tutor LPBA Al-Yasini yang disampaikan oleh Muh. Faruq, M.Pd.I. Workshop ini menjadi bekal awal bagi para tutor dalam mengembangkan strategi pembelajaran bahasa yang aktif, komunikatif, dan inovatif.

 

Program kolaborasi ini akan berlanjut selama satu minggu melalui kegiatan Camp Bahasa Asing, dimana mahasiswa FITK UIN Malang akan mendampingi para tutor dan mudarris LPBA Al-Yasini dalam berbagai pelatihan intensif bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir tutor-tutor bahasa yang profesional sehingga mampu mencetak santri Al-Yasini yang unggul, berdaya saing, dan siap berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

 

Penulis: Ida Hidayati

Editor: Ihsan Az-zen 

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Semangat Awal Tahun Ajaran Baru, Al-Yasini Sambut Hampir 1.400 Murid Baru dalam Pembukaan MPLS/MATAMUDA 2026 Berita Al-Yasini
13 July 2026

Semangat Awal Tahun Ajaran Baru, Al-Yasini Sambut Hampir 1.400 Murid Baru dalam Pembukaan MPLS/MATAMUDA 2026

Pasuruan – Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)/Masa Ta'aruf Murid Baru (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak hampir 1.400 murid baru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga SLTA, mengikuti kegiatan pembukaan dengan penuh antusias.

Khidmat dan Sukses, LPQ Al-Yasini Gelar Wisuda Muta'allim Qur'ani untuk Cetak Generasi Rabbani Berita Al-Yasini
15 June 2026

Khidmat dan Sukses, LPQ Al-Yasini Gelar Wisuda Muta'allim Qur'ani untuk Cetak Generasi Rabbani

Pasuruan, 15 Juni 2026— Acara Tasyakuran dan Wisuda Muta'allim Qur'ani periode 2025-2 dan 2026-1 sukses diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan pada Minggu (16/06/2024). Bertempat di lantai 2 Gedung Perkantoran Yayasan, momen sakral ini menjadi catatan prestasi penting bagi para wisudawan serta seluruh tenaga pengajar Al-Qur'an (Mu'allim Qur'ani) yang hadir.

Haflah Akhirussanah ke-76, Yayasan Al-Yasini Pasuruan Tegaskan Pentingnya Pondasi Akhlak Berita Al-Yasini
14 June 2026

Haflah Akhirussanah ke-76, Yayasan Al-Yasini Pasuruan Tegaskan Pentingnya Pondasi Akhlak

Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan menggelar Tasyakuran Kelas Akhir dalam rangka Haflah Akhirussanah ke-76 pada Ahad (14/6/2026). Acara yang merupakan tasyakuran tingkat SDI dan SLTP putra ini mengusung tema “Qur'anic Generation For World Civilization” sebagai momentum syukur sekaligus pelepasan peserta didik kelas akhir dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.