Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
14 June 2026
Pasuruan, 14 Juni 2026 – Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan menggelar Tasyakuran Kelas Akhir dalam rangka Haflah Akhirussanah ke-76 pada Ahad (14/6/2026). Acara yang merupakan tasyakuran tingkat SDI dan SLTP putra ini mengusung tema “Qur'anic Generation For World Civilization” sebagai momentum syukur sekaligus pelepasan peserta didik kelas akhir dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.
Sebanyak 230 siswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 16 siswa SD Islam Cendekia Al-Yasini, 49 siswa MTs Genius Al-Yasini, 62 siswa SMP Unggulan Al-Yasini, dan 93 siswa SMPN 2 Kraton Al-Yasini.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan siswa tingkat SLTP se-Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan yang disampaikan dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Dalam sambutannya, para siswa menyampaikan ungkapan terima kasih serta refleksi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
“Kami datang dengan ego yang masih sangat tinggi, dengan sifat yang kekanak-kanakan dan juga dengan kebiasaan yang masih harus diperbaiki. Namun, tempat ini, pesantren, perlahan mengubah kami. Bukan hanya tentang bagaimana menjadi pintar, tapi juga kuat, sabar dan berakhlakul karimah,” ungkap perwakilan siswa.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Pengurus Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan, Ust. M. Sholeh Anam, M.Pd. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak yang dimiliki peserta didik.
“Akhlak itu yang paling utama. Pondasi awal di pesantren itu akhlak. Sampai ke jenjang setinggi apapun ilmu kalian, jika tidak ada akhlak, maka tidak ada harganya. Bahkan Kanjeng Nabi pun diutus untuk memimpin dan membimbing umatnya guna menyempurnakan akhlak,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, yayasan juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi terbaik dari masing-masing lembaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, ketekunan, serta capaian akademik dan nonakademik yang telah diraih selama menempuh pendidikan.
Siswa Terbaik SD Islam Cendekia (SDIC) Al-Yasini
Terbaik 1: Ferdinand Antolyn
Terbaik 2: Muhammad Kanzul Ilmi
Terbaik 3: A. Maulal Kafi Zain
Siswa Terbaik MTs Genius Al-Yasini
Terbaik 1: Syahrul Nur Hakam, peraih Juara 1 Paralel Kelas 7–9, Tahfidz 3 Juz, Medali Emas Olimpiade IPA MSC 2025, serta berbagai medali tingkat nasional.
Terbaik 2: Bilin Aldini, peraih Medali Emas Olympiad English Competition tingkat ASEAN 2025 di Malaysia serta Juara 1 Seni Pencak Silat Porseni Jawa Timur 2025.
Terbaik 3: Fajri Silvan Alif Qolby, Juara 1 Seni Pencak Silat Ganda Putra Porseni Jawa Timur 2025 dan Kejuaraan Pagar Nusa BTC X 2025.
Siswa Terbaik SMP Unggulan (SMPU) Al-Yasini
Terbaik 1: Rafki Hamdi Baskoro, siswa teladan, peraih Medali Emas Mata Pelajaran Bahasa Inggris KESAN dan Matematika OSPI, serta Juara 2 Pencak Silat POPDA.
Terbaik 2: Arsyad Fadilah Akbar, peraih Juara 1 dan 2 Mata Pelajaran Bahasa Inggris KMSI serta Medali Perak PASCIO.
Terbaik 3: Widiyanto, berprestasi dalam bidang keagamaan dengan hafalan 1.002 nadzom Kitab Alfiyah Ibnu Malik dalam waktu 8 bulan serta hafal Kitab Imrithi.
Siswa Terbaik SMPN 2 Kraton Al-Yasini
Terbaik 1: Mohammad Wifaqul Azmi
Terbaik 2: Muhammad Roziq Mubarok
Terbaik 3: Muhammad Yazid Bustomi
Sementara itu, dalam Taujihad Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan, Gus Tsabit Yasin, S.Pd., mengingatkan para siswa bahwa perjalanan mereka setelah lulus masih panjang. Menurutnya, terdapat tiga bekal penting yang harus terus dijaga dalam mengarungi kehidupan.
Pertama, menghormati orang tua dan guru sebagai sosok yang telah berjuang dan mendidik mereka hingga saat ini. Kedua, menjadikan akhlakul karimah, etika, dan adab sebagai modal terbesar dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Ketiga, meluruskan niat dalam menuntut ilmu sebagai amanah dari Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan semata-mata untuk mencari materi.
“Proses kalian masih panjang. Jenengan tidak akan mendapat kesuksesan dan keberkahan tanpa melalui tiga hal ini. Hormati orang tua dan guru kalian, jadikan akhlakul karimah sebagai modal terbesar, serta benahi niat dalam mencari ilmu. Ilmu yang kalian dapat jangan diniatkan hanya untuk mencari ma'isyah, tetapi sebagai amanah dari Allah dan Rasulullah,” pesannya.
Melalui kegiatan Tasyakuran Kelas Akhir ini, Al-Yasini kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, adab, dan integritas yang kuat sebagai bekal membangun peradaban yang lebih baik.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Gus Burhanul Amal Kholis sebagai ungkapan syukur dan harapan agar seluruh peserta didik diberikan keberkahan serta kemudahan dalam menempuh perjalanan pendidikan dan kehidupan selanjutnya.
Penulis: Djihan Maghfiroh
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini secara resmi membuka rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah ke-76 melalui kegiatan Ngaji Guru dan Pembukaan Haflah Akhirussanah yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Masjid Pusat Al-Yasini.
Berita Al-Yasini
"Saya yakin ke depan LPBA akan semakin maju. Branding Al-Yasini adalah tahfidz dan bahasa asing. Saat ini bahasa bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan, terutama dalam dunia pendidikan. Barang siapa menguasai bahasa, maka wawasannya akan semakin luas," ujarnya.
Berita Al-Yasini
Kepulangan Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana dari Tanah Suci Makkah menjadi kabar yang membahagiakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Selama kurang lebih 20 hari, sejak 18 Mei hingga 8 Juni 2026, beliau menunaikan ibadah haji sekaligus mengemban amanah besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia.