Kembali ke Berita
Berita Al-Yasini 11 June 2026

LPBA Resmikan Kantor Baru dan Siap Kembangkan Digitalisasi Bahasa Asing

LPBA Resmikan Kantor Baru dan Siap Kembangkan Digitalisasi Bahasa Asing

Penulis

Ida Hidayati

Tanggal

11 June 2026

Pasuruan, 11 Juni 2026 – Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini resmi menempati kantor baru yang berlokasi di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Al-Yasini, Kamis (11/6/2026). Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru LPBA sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan bahasa asing di lingkungan Al-Yasini.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pak Hasan (perwakilan Institut Agama Islam (IAI) Al-Yasini), jajaran pembina LPBA yang terdiri dari Ning Salwa Maziyatun Najah, Gus Muhammad Mu'tamid Ihsanillah (Gus Amik) dan Ning Elma Qotrunnada Hanin. Hadir pula Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Gus Arif Wafani, Ketua Yayasan Ustadz Jainuddin, pengurus LPBA putra-putri, pengurus pondok, serta para alumni LPBA yang hingga kini masih aktif berkontribusi dalam pengembangan lembaga.

 

Dalam sambutannya, Gus Amik menyampaikan pentingnya menjadikan peresmian kantor baru sebagai momentum lahirnya inovasi baru bagi LPBA.

 

Beliau mengutip sebuah kaidah, "Al ibroh bil ma’ni la bil mabani", yang bermakna bahwa yang menjadi ukuran utama adalah tujuan dan esensi, bukan sekadar bangunan fisiknya.

 

"Walaupun gedungnya baru, esensinya juga harus baru. Setelah diresmikan gedung baru ini harus ada inovasi baru untuk masa depan LPBA. Karena saat ini banyak peluang beasiswa yang mensyaratkan kemampuan bahasa asing. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama untuk mengembangkan kemampuan bahasa di Al-Yasini," ungkapnya.

 

Gus Amik juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah sistem tes bahasa berbasis komputer yang memungkinkan peserta memperoleh hasil dan sertifikat secara langsung setelah ujian.

 

"Kita ingin membuat sistem TOAFL dan TOEFL berbasis website yang dapat dikerjakan secara online dan hasilnya langsung keluar. LPBA harus mampu memfasilitasi santri untuk mengikuti tes bahasa yang berbasis digital. Untuk santri putri yang aksesnya ke BLK cukup terbatas, nantinya bisa dibangun kerjasama dengan lembaga pendidikan lain agar program ini dapat diakses secara lebih luas," jelasnya.

 

Lebih lanjut, beliau berharap para senior dan alumni dapat membimbing generasi penerus dalam mengembangkan LPBA. Menurutnya, metode pembelajaran bahasa juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan sumber belajar digital.

 

"Kita memiliki arah yang jelas. Yang lama kita pertahankan, yang baru kita inovasikan. Jangan sampai peresmian gedung ini hanya menjadi seremoni tanpa tindak lanjut. Harapan kami LPBA semakin maju dan mampu memberikan dampak besar bagi Al-Yasini," tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Ustadz Jainuddin, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya kantor baru LPBA yang lebih representatif sebagai pusat pengembangan bahasa asing.

 

"Alhamdulillah LPBA kini sudah memiliki gedung yang representatif. Gunakan kantor ini sebagai ruang kerja dan ruang perjuangan untuk memajukan bahasa asing di Al-Yasini. Niat yang ikhlas harus menjadi fondasi utama dalam mengembangkan lembaga ini," tuturnya.

 

Beliau juga mengajak seluruh elemen pondok, termasuk para alumni, untuk bersama-sama mendukung pengembangan bahasa dan tahfidz yang menjadi salah satu pilar utama pendidikan Al-Yasini.

 

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Yayasan, Gus Wafa, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan LPBA. Menurutnya, bahasa asing akan menjadi salah satu identitas dan branding utama Al-Yasini di masa mendatang, berdampingan dengan program tahfidz Al-Qur'an.

 

"Saya yakin ke depan LPBA akan semakin maju. Branding Al-Yasini adalah tahfidz dan bahasa asing. Saat ini bahasa bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan, terutama dalam dunia pendidikan. Barang siapa menguasai bahasa, maka wawasannya akan semakin luas," ujarnya.

 

Gus Wafa juga mengajak seluruh sumber daya manusia yang dimiliki Al-Yasini untuk saling bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan lembaga.

 

"Mari kita majukan Al-Yasini bersama. Potensi SDM yang kita miliki sangat besar dan harus kita optimalkan untuk kemajuan pesantren," tambahnya.

 

Apresiasi terhadap kiprah LPBA juga disampaikan oleh Gus Ahmad Ghozali. Menurutnya, LPBA telah memberikan kontribusi yang baik selama ini, namun masih perlu terus berkembang dengan mengintegrasikan teknologi informasi dalam pengelolaan dan pembelajaran bahasa.

 

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan LPBA selama ini. Namun bahasa saat ini tidak cukup hanya dipahami sebagai language, melainkan juga harus berbasis IT. Optimalkan semua potensi yang ada dan jadikan LPBA sebagai kontributor utama bagi kemajuan Al-Yasini. Bahasa adalah kunci dunia. Jika tidak menguasai bahasa, kita akan kesulitan berkomunikasi dan mengakses banyak peluang," jelasnya.

 

Beliau berharap momentum peresmian kantor baru dan pembentukan kepengurusan baru ini menjadi awal yang baik bagi LPBA untuk tampil sebagai ujung tombak pengembangan kompetensi bahasa di Al-Yasini.

 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru LPBA oleh Gus Arif Wafani.  Dalam struktur kepengurusan terbaru tersebut, Ning Elma dipercaya sebagai Direktur LPBA Al-Yasini, didampingi oleh Amik, sebagai Wakil Direktur. Adapun Ning Salwa ditetapkan sebagai Dewan Pembina LPBA yang akan mengawal arah kebijakan dan pengembangan lembaga ke depan.

 

Sebagai langkah penguatan kelembagaan, kepengurusan baru LPBA juga melibatkan para alumni yang telah sukses mengembangkan kemampuan bahasa asing di berbagai bidang, baik yang berkiprah di dalam negeri maupun di luar negeri. Kehadiran para alumni tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan kolaborasi sekaligus sumber inspirasi bagi pengembangan program-program bahasa di Al-Yasini.

 

Melalui sinergi antara pengurus aktif, dewan pembina, dan jaringan alumni, LPBA Al-Yasini berkomitmen untuk tidak hanya berkembang di lingkungan internal pesantren, tetapi juga memperluas jejaring dan kontribusinya di tingkat nasional maupun internasional. Para alumni yang tersebar di berbagai daerah dan negara diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan kurikulum, program pelatihan, sertifikasi bahasa, hingga peluang studi lanjut dan beasiswa bagi santri Al-Yasini.

 

Dengan semangat kolaborasi tersebut, LPBA Al-Yasini diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan bahasa asing yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu melahirkan generasi santri yang memiliki kompetensi bahasa global tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi ciri khas Al-Yasini.

 

Penulis: Ida Hidayati 

Editor: Ihsan Az-zen 

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana Kembali dari Tanah Suci, Menjalankan Amanah sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia Berita Al-Yasini
08 June 2026

Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana Kembali dari Tanah Suci, Menjalankan Amanah sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia

Kepulangan Bunyai Hj. Ilfi Nur Diana dari Tanah Suci Makkah menjadi kabar yang membahagiakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Selama kurang lebih 20 hari, sejak 18 Mei hingga 8 Juni 2026, beliau menunaikan ibadah haji sekaligus mengemban amanah besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Sekretaris Amirul Hajj Indonesia.

Bekali Musyrif-Musyrifah Wujudkan Pesantren Aman, RMI PBNU Gelar Pelatihan di Al-Yasini Berita Al-Yasini
03 June 2026

Bekali Musyrif-Musyrifah Wujudkan Pesantren Aman, RMI PBNU Gelar Pelatihan di Al-Yasini

Upaya mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah santri terus dilakukan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya melalui Pelatihan Musyrif-Musyrifah se-Pasuruan yang diselenggarakan di MTs Al-Yasini Pasuruan sebagai bagian dari rangkaian Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU).

Halaqoh Pengasuh Pesantren Se-Jawa Timur di Al-Yasini: Wujudkan Gerakan Nasionalis Pesantrenku Aman Berita Al-Yasini
03 June 2026

Halaqoh Pengasuh Pesantren Se-Jawa Timur di Al-Yasini: Wujudkan Gerakan Nasionalis Pesantrenku Aman

Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah pelaksanaan Halaqah Pengasuh Pesantren yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini lantai 2 dan dihadiri oleh para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur.