Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
02 June 2026
Pasuruan, 01 Juni 2026 – Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menggelar kegiatan Pelatihan Media “Santri Cakap Digital” yang diikuti oleh santri putra, terdiri dari para ketua kamar dan anggota ekstrakurikuler jurnalistik yang bertempat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Al-Yasini. Kegiatan ini diselenggarakan di malam hari dimulai pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd. sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Pesantren di Persimpangan: Menghadapi Krisis, Merangkul Era Digital”.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya membekali santri dengan wawasan dan keterampilan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Di tengah arus digitalisasi yang tidak dapat dihindari, santri dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya sesuai nilai-nilai kepesantrenan.
Dalam pemaparannya, Dr. Abdulloh Hamid menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi pesantren di era digital, mulai dari perubahan pola komunikasi, pergeseran budaya, hingga derasnya arus informasi yang dapat mempengaruhi pola pikir generasi muda. Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi bekal penting bagi santri agar mampu memilah informasi, berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Pesantren Society 5.0, yaitu model pesantren yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, dan kemajuan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui konsep ini, santri diharapkan dapat menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan karakter sebagai santri.
Para ketua kamar mendapatkan penguatan mengenai peran mereka sebagai teladan dalam membangun budaya digital yang sehat di lingkungan asrama. Sementara itu, santri yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik memperoleh wawasan tentang pentingnya menyampaikan informasi secara akurat, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi pemaparan dan diskusi yang membahas berbagai fenomena digital yang dekat dengan kehidupan santri. Melalui pelatihan media “Santri Cakap Digital”, Al-Yasini berharap dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kecakapan digital, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat yang terus berkembang.
Penulis: ida hidayati
Editor: Ihsan Az-zen
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah pelaksanaan Halaqah Pengasuh Pesantren yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini lantai 2 dan dihadiri oleh para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah peluncuran Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren PBNU, Selasa (2/6/2026). Mengusung tema “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program yang bertujuan mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini mendapatkan kesempatan istimewa dengan hadirnya para Nawaning Nusantara, SAKA (Satgas Anti Kekerasan) Pesantren, dan RMI-PBNU dalam kegiatan Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bertema “Khidmah Perempuan Muda Pesantren Indonesia”.