Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
02 June 2026
Pasuruan, 01 Juni 2026 – Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini mendapatkan kesempatan istimewa dengan hadirnya para Nawaning Nusantara, SAKA (Satgas Anti Kekerasan) Pesantren, dan RMI-PBNU dalam kegiatan Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bertema “Khidmah Perempuan Muda Pesantren Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) pukul 20.00 WIB dan bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.
Al-Yasini menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan yang dihadiri oleh para Nawaning Al-Yasini serta para peserta dari kalangan santriwati. Peserta pelatihan terdiri dari para ketua kamar dan santriwati tingkat SLTP yang dipilih untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah ini merupakan satu dari lima rangkaian program yang diselenggarakan oleh RMI-PBNU dalam Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman”, sebuah gerakan yang bertujuan membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari Nawaning Nusantara, yang merupakan komunitas para ning pesantren se-Nusantara yang aktif bergerak dalam bidang edukasi, pemberdayaan, dan penguatan peran perempuan muda pesantren. Tiga fasilitator yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ning Hj. Nuvis Rizqid Diiny El Ulya, Ning Dewi Nimatul Izzah, M.Pd., dan Ning Dr. Nury Firdausia, M.Pd.I. Ketiganya dikenal sebagai sosok yang aktif berbagi ilmu dan edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Nawaning Al-Yasini, dr. Risqon Nafiah, yang menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat dan diteruskan kepada santri-santri lainnya.
“Semoga ilmu yang didapatkan malam ini tidak berhenti pada peserta yang hadir saja, tetapi juga dapat disampaikan kepada teman-teman yang lain sehingga manfaatnya semakin luas,” tuturnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan SAKA Pesantren, Ning Mu’awanah, yang menjelaskan tujuan dan pentingnya penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Dalam pelatihan ini, para peserta diajak memahami lebih dalam tentang Tarbiyah Jinsiyah atau pendidikan seksualitas dalam perspektif Islam. Materi yang dibahas meliputi pentingnya mengenali tubuh dan batasan diri, menjaga kehormatan, memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, serta membangun keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap tindakan yang melanggar batas dan melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual.
Pembahasan mengenai pendidikan seksualitas sering kali dianggap tabu, remeh, atau tidak pantas untuk dibicarakan. Padahal, pemahaman yang benar justru menjadi bekal penting bagi santri untuk menjaga diri dan melindungi kehormatan mereka. Melalui pelatihan ini, para peserta diberikan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan kekerasan seksual yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Para fasilitator juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada pelecehan maupun kekerasan seksual. Santri diajak untuk berani bersikap, berani menolak, dan berani melaporkan apabila mengalami perlakuan yang tidak pantas dari siapapun, tanpa memandang status maupun kedudukannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santriwati Al-Yasini semakin memahami pentingnya menjaga kehormatan diri, memiliki keberanian untuk melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan, serta mampu menjadi agen edukasi bagi teman-teman dan lingkungan sekitarnya demi terwujudnya pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri.
penulis: Ida Hidayati
Editor: Ihsan Az-zen
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah pelaksanaan Halaqah Pengasuh Pesantren yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang diinisiasi oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini lantai 2 dan dihadiri oleh para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menjadi tuan rumah peluncuran Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren PBNU, Selasa (2/6/2026). Mengusung tema “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program yang bertujuan mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Berita Al-Yasini
Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menggelar kegiatan Pelatihan Media “Santri Cakap Digital” yang diikuti oleh santri putra, terdiri dari para ketua kamar dan anggota ekstrakurikuler jurnalistik yang bertempat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Al-Yasini. Kegiatan ini diselenggarakan di malam hari dimulai pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd. sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Pesantren di Persimpangan: Menghadapi Krisis, Merangkul Era Digital”.