Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
31 May 2026
Perkembangan teknologi dan globalisasi menghadirkan kemajuan sekaligus tantangan moral dan spiritual. Dalam kondisi ini, pendidikan Islam memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Institute Al-Yasini Fest (IAF) 2026 menjadi momentum refleksi keilmuan bagi Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan dalam memadukan tradisi pesantren, akhlak, dan ilmu pengetahuan modern.
Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga landasan peradaban dan keilmuan. Al-Qur’an mendorong manusia untuk berpikir, meneliti, dan mengembangkan ilmu demi kemaslahatan umat.
Tantangan modern bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi juga lunturnya adab dan tanggung jawab sosial. Karena itu, pendidikan Islam harus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
IAF 2026 bukan sekadar seremonial, tetapi simbol kebangkitan intelektual generasi muda Islam dalam membangun harmoni antara ilmu, iman, akhlak, dan modernitas.
Melalui IAF 2026, Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang religius, moderat, visioner, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Gus Dr. A. M. Najich S, M.H, M.Pd
Artikel
Saat ini, Indonesia menghadapi ancaman yang cukup serius terkait kekerasan dan pelecehan seksual. Berita tentang kasus-kasus tersebut hampir setiap hari menghiasi berbagai media. Korbannya pun tidak hanya orang dewasa, tetapi juga remaja bahkan anak-anak yang masih di bawah umur. Tentu kondisi ini menimbulkan kecemasan tersendiri, khususnya bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan aman dan terlindungi.
Artikel
Nabi Ibrahim merupakan teladan agung dalam membangun pendidikan humanis yang berpijak pada nilai ketuhanan. Di tengah kehidupan manusia yang sering menjadikan kebebasan sebagai tujuan tanpa batas, Nabi Ibrahim menghadirkan ajaran tentang pentingnya memuliakan manusia tanpa melepaskannya dari tauhid kepada Allah.