Penulis
Dr. A. M. Najich S, M.H, M.Pd
Tanggal
18 July 2026
Pertanyaan “lebih baik kuliah atau mondok?” sebenarnya tidak lagi relevan untuk zaman sekarang. Yang lebih penting adalah bagaimana memadukan keduanya.
Kuliah memberikan kompetensi akademik, wawasan luas, keterampilan profesional, serta kemampuan menghadapi tantangan dunia modern. Sementara itu, pesantren menanamkan adab, akhlak, keikhlasan, kemandirian, dan kedalaman spiritual yang menjadi fondasi kehidupan.
Indonesia tidak hanya membutuhkan sarjana yang cerdas, tetapi juga berkarakter. Sebaliknya, bangsa ini juga membutuhkan santri yang mampu menjawab persoalan zaman dengan ilmu dan profesionalisme.
Karena itu, pendidikan ideal adalah pendidikan yang mempertemukan ilmu dan adab, intelektualitas dan spiritualitas. Kampus membentuk kemampuan, pesantren membentuk kepribadian.
Maka, tujuan kita bukan memilih antara kuliah atau mondok, melainkan menjadi sarjana yang santri dan santri yang sarjana. Sebab masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas pikirannya, tetapi juga mulia akhlaknya.
Penulis: Gus Dr. A.M. Najich S., M.H., M.Pd.
Artikel
Saat ini, Indonesia menghadapi ancaman yang cukup serius terkait kekerasan dan pelecehan seksual. Berita tentang kasus-kasus tersebut hampir setiap hari menghiasi berbagai media. Korbannya pun tidak hanya orang dewasa, tetapi juga remaja bahkan anak-anak yang masih di bawah umur. Tentu kondisi ini menimbulkan kecemasan tersendiri, khususnya bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan aman dan terlindungi.
Artikel
Institute Al-Yasini Fest (IAF) 2026 menjadi momentum refleksi keilmuan bagi Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan dalam memadukan tradisi pesantren, akhlak, dan ilmu pengetahuan modern.
Artikel
Nabi Ibrahim merupakan teladan agung dalam membangun pendidikan humanis yang berpijak pada nilai ketuhanan. Di tengah kehidupan manusia yang sering menjadikan kebebasan sebagai tujuan tanpa batas, Nabi Ibrahim menghadirkan ajaran tentang pentingnya memuliakan manusia tanpa melepaskannya dari tauhid kepada Allah.