Pasuruan, 17 Oktober – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, Pondok

Pesantren Terpadu Al-Yasini Putri menghadirkan Ning Sheila Hasina Zamzami untuk memberikan motivasi kepada para pengurus, murobbiyah, dan seluruh santri.

 

Kehadiran beliau bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri, melainkan sebagai upaya membangkitkan himmah (semangat) pengurus dalam menjalankan amanah khidmah serta memotivasi santri agar semakin bersungguh-sungguh dan betah dalam menuntut ilmu di

pesantren.

 

Kegiatan ini dikemas dalam dua sesi dengan tema yang berbeda. Sesi pertama bertajuk  â€śRihlah Himmah: Menata Niat, Menguatkan Khidmah, Menumbuhkan Semangat Menuntut

Ilmu”, yang dikhususkan bagi para pengurus pondok dan murobbiyah. Bertempat di Gedung Perkantoran Putra lantai 2, sesi ini dimoderatori oleh Ning Elma Qotrunnada Hanin, Lc.,

salah satu Nawaning Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.

 

Sebelum sesi dialog dimulai, Bunyai Hanifa Imron selaku Majelis Pengasuh turut menyampaikan sambutan dan pesan kepada seluruh pengurus agar senantiasa telaten dalam mengurus serta mendampingi santri. “Kudu sing telaten ngurusi santri, tumbuhno

semangat,” pesannya. 

 

Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa menjalankan amanah kepengurusan membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan semangat yang terus dijaga dalam mendampingi para santri.

 

Melalui sesi tersebut, para pengurus diajak merefleksikan kembali niat dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah kepengurusan. 

 

Tidak hanya tentang bagaimana melayani dan mendampingi santri, tetapi juga bagaimana menjadikan khidmah sebagai bagian dari proses

pembelajaran dan pendewasaan diri.

Dalam closing statement-nya, Ning Elma menyampaikan bahwa kunci utama berkhidmah terletak pada kemampuan mengatur keseimbangan antara mengaji dan menjalankan

amanah kepengurusan.

 

“Kunci utama berkhidmah itu bagaimana kita bisa membagi waktu antara mengaji dan

berkhidmah dengan baik. 

 

Khidmah itu bukan soal melayani orang lain, tetapi proses Allah

untuk mendidik dan mematangkan diri kita sendiri. Selama kompas tajdidun niat turut kita jaga, lelahnya tidak akan sia-sia, melainkan akan menjadi investasi tahunan mental spiritual

kita untuk kedepannya,” ungkapnya.

Selanjutnya, sesi kedua dilaksanakan melalui “Seminar Motivasi Santri: Menumbuhkan Himmah Mencari Ilmu, Menjadi Santri Hebat dan Istiqamah” yang diikuti oleh seluruh santri

Al-Yasini Putri. 

 

Dalam sesi ini, Ning Sheila mengajak para santri untuk kembali meluruskan

orientasi dalam menjalani kehidupan pesantren, yakni menjadikan ilmu sebagai tujuan

utama selama mondok.

 

Salah satu pesan yang ditekankan Ning Sheila adalah agar santri tidak menjadikan

pertemanan sebagai prioritas utama dalam menuntut ilmu. Menurutnya, keberadaan teman hendaknya menjadi pelengkap dalam perjalanan mencari ilmu, bukan justru menggeser

tujuan utama seorang santri ketika berada di pesantren.

“Mondok itu mencari ilmu, bukan mencari teman. Punya tidaknya teman itu tidak

berpengaruh dalam mencari ilmu, karena teman itu hanya bumbu bagi kita dalam tholabul ilmi. 

Memang dalam agama kita disuruh mencari teman yang baik, tapi jangan jadikan

teman itu prioritas utama dalam mencari ilmu,” pesannya.

Melalui kedua sesi tersebut, kehadiran Ning Sheila diharapkan tidak berhenti sebagai bagian

dari kemeriahan Hari Santri Nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk

menata kembali niat, menguatkan semangat pengabdian para pengurus, serta menumbuhkan kesungguhan santri dalam menuntut ilmu. Sebab, khidmah dan tholabul ilmi

merupakan dua bagian penting dari perjalanan seorang santri dalam membangun kualitas

diri.

Penulis: Ida Hidayati