Kembali ke Berita
Berita Al-Yasini 25 September 2026

Seleksi Beasiswa Cendekia Al-Yasini Dimulai, 50 Santri Akan Terpilih

Seleksi Beasiswa Cendekia Al-Yasini Dimulai, 50 Santri Akan Terpilih

Penulis

Ida Hidayati

Tanggal

25 September 2026

Pasuruan — Setelah resmi dilaunching pada 05 September 2026, Beasiswa Cendekia Al-Yasini kini memasuki tahap seleksi penerima. Seleksi dilakukan secara lebih ketat untuk menentukan santri yang dinilai layak memperoleh beasiswa berdasarkan kemampuan, prestasi, maupun dhuafa.

 

Peserta seleksi berasal dari santri dan wali santri yang telah mendaftarkan diri melalui beberapa jalur, yakni jalur pengurus, santri dhuafa, dan santri berprestasi. Khusus untuk jalur santri kurang mampu dan santri berprestasi, pendaftaran sebelumnya dilakukan oleh orang tua masing-masing melalui tautan Google Form yang telah disediakan oleh panitia.

 

Pada jalur santri berprestasi, pendaftar diwajibkan mencantumkan sertifikat atau bukti prestasi yang dimiliki sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Sementara itu, bagi santri dhuafa yang mendaftar, orang tua harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pihak kelurahan sesuai domisili.

 

Setelah melalui tahap pendaftaran dan verifikasi, peserta kemudian mengikuti tes penilaian Beasiswa Cendekia Al-Yasini yang dilaksanakan pada Jum'at, 25 September 2026. Tes meliputi beberapa aspek penilaian, diantaranya kemampuan membaca kitab, membaca atau hafalan Al-Qur’an, serta pengetahuan umum yang mencakup kemampuan bahasa dan bakat masing-masing santri.

 

Pelaksanaan tes seleksi dibedakan antara santri putra dan putri. Untuk santri putra, tes dilaksanakan di Perpustakaan Putra dengan juri Gus Burhanul Amal Cholis, S.H., S.M. dan Gus M. Mu’tamid Ihsanillah, Lc., M.A. Sementara itu, seleksi santriwati bertempat di Majelis Ta’lim lantai 1 dengan juri Ning Elma Qotrunnada Hanin, Lc. Miss Ni’matul Habibah, S.Sos. dan Ustadzah Himmatul Auliya, M.H.

 

Gus Amik selaku penanggung jawab Beasiswa Cendekia Al-Yasini menyampaikan bahwa seleksi dilakukan untuk melihat kompetensi santri secara menyeluruh, mulai dari kemampuan Al-Qur’an, kitab kuning, hingga kemampuan umum dan bahasa.

 

“Hari ini telah terlaksana seleksi wawancara setelah lulus tahap seleksi administrasi dalam rangka menyaring kompetensi anak santri Al-Yasini secara menyeluruh. Dari Al-Qur’an, dan ada nilai plus bagi santri yang hafal Al-Qur’an. Kemudian ada tes baca kitab kuning sebagai tolak ukur memahami kitab kuning sekaligus mengetahui semangat mereka dalam mengikuti sekolah diniyahnya,” jelasnya.

 

Selain kemampuan Al-Qur’an dan kitab kuning, seleksi juga mempertimbangkan kemampuan umum, termasuk penguasaan bahasa asing dan prestasi yang pernah diraih santri.

 

“Kemampuan umum ini juga termasuk menguji kemampuan bahasa asing, baik bahasa Arab atau bahasa Inggris, ataupun berkaitan dengan sertifikat yang pernah diraih, baik secara formal maupun nonformal,” lanjut Gus Amik.

 

Beliau juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti tahap seleksi wawancara mencapai hampir 100 santri. Dari seluruh peserta tersebut, nantinya akan dipilih 50 santri dengan hasil seleksi terbaik.

 

“Alhamdulillah pesertanya mencapai hampir 100 peserta yang mengikuti seleksi wawancara ini, dan insyaallah kita akan mengambil 50 terbaik, yaitu 30 dari peserta putri dan 20 dari peserta putra,” ungkapnya.

 

Melalui proses seleksi tersebut, seluruh peserta akan dinilai berdasarkan aspek yang telah ditentukan. Hasil penilaian nantinya menjadi dasar untuk menentukan penerima Beasiswa Cendekia Al-Yasini.

 

Seleksi ini menjadi bagian dari upaya Al-Yasini untuk memastikan Beasiswa Cendekia diberikan kepada santri yang benar-benar memenuhi kriteria program. Tidak hanya mempertimbangkan prestasi, program ini juga memberikan ruang bagi santri yang memiliki keterbatasan finansial serta para pengurus yang telah menjalankan khidmah di lingkungan pesantren.

 

Melalui Beasiswa Cendekia Al-Yasini, diharapkan semakin banyak santri yang terdorong untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki, khususnya dalam bidang Al-Qur’an, bahasa, kitab, maupun prestasi lainnya. Program ini juga diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan bagi santri untuk terus meningkatkan kompetensi dan meraih kesempatan pendidikan yang lebih luas.

 

Penulis: Ida HidayatiHidayati

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Beasiswa Risalatus Salam Kembali Disalurkan, Al-Yasini Launching Beasiswa Cendekia Berita Al-Yasini
11 September 2026

Beasiswa Risalatus Salam Kembali Disalurkan, Al-Yasini Launching Beasiswa Cendekia

MAN 2 Pasuruan Al-Yasini Berhasil Mengantarkan Tiga Siswanya Melanjutkan Pendidikan ke Al-Azhar Kairo Mesir Berita Al-Yasini
11 September 2026

MAN 2 Pasuruan Al-Yasini Berhasil Mengantarkan Tiga Siswanya Melanjutkan Pendidikan ke Al-Azhar Kairo Mesir

Pasuruan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MAN 2 Pasuruan. Tiga siswanya berhasil diterima untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ketiganya merupakan santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini yang menempuh pendidikan formal di MAN 2 Pasuruan. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan madrasah yang dipadukan dengan kehidupan.

Bawa Film “Rumah Kedua”, Santri Al-Yasini Raih Best Film Terfavorit di Ajang RMI PBNU Berita Al-Yasini
30 August 2026

Bawa Film “Rumah Kedua”, Santri Al-Yasini Raih Best Film Terfavorit di Ajang RMI PBNU

Pasuruan, 30 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini. Melalui karya film pendek berjudul “Rumah Kedua”, santri Al-Yasini berhasil meraih penghargaan kategori Best Film Terfavorit dalam Festival Film Santri Nasional yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pesantren Pesantren Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) di Jombang, Jawa Timur.