Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
17 May 2026
Pasuruan, 17 Mei 2026– Ujian Baca Kitab santri kelas 2 Ulya Madrasah Diniyah Ulya bersama wali santri berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menguji kesiapan santri sebelum diberangkatkan menjalani tugas pengabdian di berbagai pondok pesantren selama satu tahun.
Ujian dilaksanakan selama dua hari untuk santri putra dan putri dengan jumlah peserta sebanyak 40 santri, terdiri dari 20 putra dan 20 putri. Untuk peserta putra, ujian bertempat di Perpustakaan Putra, sedangkan peserta putri bertempat di Majlis Ta’lim lantai satu.
Adapun dewan juri untuk peserta putra yaitu Ustadz Yazid Bustomi, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, bersama Ustadz Muslih. Sedangkan dewan juri putri adalah Ustadzah Sakinah dan Ustadzah Mufidah, alumni Pondok Bangil yang telah lama mengabdi di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini.
Ujian baca kitab ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, tetapi juga menjadi salah satu syarat utama bagi santri yang akan menjalankan amanah sebagai guru tugas. Melalui ujian ini, para santri diharapkan mampu membawa ilmu, adab, serta nilai perjuangan para masyayikh di tengah masyarakat.
Salah satu wali santri menyampaikan rasa bangga dan harunya atas capaian putra-putrinya.
“Alhamdulillah saya sangat bangga mempunyai anak seperti dia. Semua itu menjadi kebanggaan bagi orang tua. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pemangku, pembimbing, dan seluruh guru di sini. Semoga guru-guru diberikan kesabaran dalam membimbing anak-anak. Pokoknya saya bangga dan berterima kasih atas semuanya, semoga menjadi berkah. Inilah hasil jerih payah para guru dari awal hingga saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta ujian juga menyampaikan pesan dan kesannya setelah mengikuti ujian baca kitab.
“Saya sangat berkesan karena kegiatan ini menambah pengalaman dan semangat belajar saya. Semoga santri 2 Ulya terus semangat, tetap istiqomah, dan ilmunya menjadi ilmu yang manfaat dan barokah,” tuturnya.
Pesan juga disampaikan oleh Kepala Madrasah Diniyah yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji. Beliau berharap seluruh proses yang telah dilaksanakan dapat menjadi jalan hadirnya ilmu yang manfaat dan penuh keberkahan, khususnya bagi santri Madrasah Diniyah tingkat Ulya kelas 2 Ulya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjadi santri bukan hanya tentang siapa yang paling siap dalam memahami isi kitab, tetapi juga tentang siapa yang mampu menjaga ilmu, adab, dan amanah perjuangan para masyayikh. Sebab, menjadi santri berarti belajar melanjutkan perjuangan dakwah dan pengabdian dengan penuh keikhlasan.
Penulis: Ida Hidayati
Editor: Ihsan Az-zen
Berita Al-Yasini
Bukan karena kemewahan materi dunia yang mampu mengabadikan sebuah nama, melainkan karena kedalaman ilmu agama dan pengabdian yang lahir dari keikhlasan. Ilmu yang dibalut kesantunan akhlak mulia, senyum lembut, serta tutur kata yang menyejukkan hati, menjadi cahaya yang terus hidup dalam ingatan.
Berita Al-Yasini
Pasuruan, 28 April 2026– Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menerima kunjungan istimewa dari delegasi Yayasan Risalah al Salam yang berasal dari Uni Emirat Arab dan Mesir, pada sore hari pukul 16.00 WIB di Aula 1 Pondok Putri, bertepatan setelah kegiatan Madrasah Diniyah.
Berita Al-Yasini
Ahad, 10 Mei 2026– Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini melaksanakan kegiatan pelepasan santri Program Pengabdian Masyarakat (P2S) sebagai salah satu bentuk pengabdian dan implementasi ilmu yang telah diperoleh santri selama menempuh pendidikan di pesantren.